Penulisan Buku Muatan Lokal Kalimantan Barat 2018

By Erry 13 Nov 2018, 12:32:03 WIB Pendidikan
Penulisan Buku Muatan Lokal Kalimantan Barat 2018

UPT.TIKP KALBAR - Penulisan buku MULOK dipandang perlu untuk dilakukan mengingat sejauh ini buku ajar yang memuat nuansa lokal Kalimantan Barat masih sangat terbatas. Keterbatasan buku suplemen bermuatan lokal dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya kurang berminatnya para pengajar untuk menulis materi ajar terutama muatan lokal. Meskipun ada beberapa judul buku yang telah direkomenadasikan sebagai bahan ajar lokal, akan tetapi kebanyakan buku tersebut berupa fiksi, misalnya cerita rakyat maupun prosa. Buku yang diharapkan sebagaimana kebutuhan para pendidik atau guru di sekolah tentu yang memiliki atau memuat informasi tepat tentang kriteria sebuah bahan ajar di sekolah. Misalnya memuat tentang ( kepanjangan dari,,,(SK/KD), uraian materi, rangkuman, dan evaluasi. Buku yang yang diharapkan sebaiknya juga memuat berbagai informasi penting tentang ke-Kalimantanan, misalnya tentang hasil hutan, hasil pertanian, dan sumber daya alam Kalimantan Barat. Selain buku yang berisikan materi sumber daya alam, juga diperlukan yang berkaitan dengan teknologi tepat guna, misalnya pengolahan berbagai produk yang bahan bakunya diambil dari alam, tata kelola budi daya pertanian, perkebunan, industri rumah tangga seperti kain songket, tembikar, anyaman, dan lain sebagainya, Dengan dasar kondisi itulah, maka UPT. TIKP menulis buku-buku yang memuat informasi maupun potensi yang ada khususnya di Provinsi Kalimantan Barat.

Pada tahun 2018 UPT.TIKP Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan penulisan buku mulok yang berjudul “Tari Jepin Kalimantan Barat” dan “Masa Pemerintahan Kerajaan di Kalimantan Barat”. Maksud dari penulisan buku mulok adalah agar murid memiliki wawasan terhadap lingkungan, sikap dan prilaku bersedia melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam, kualitas sosial dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat. Penerapan muatan lokal pada dasarnya dapat dibagi dalam dua kelompok tujuan yaitu :

  1. Tujuan langsung; bahan pengajaran dapat diserap oleh murid, sumber pelajaran bermanfaat sebagai kepentingan pendidikan, dapat diterapkan sebagai pemecahan masalah yang ditemukan di sekitar.
  2. Tujuan tidak langsung; dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya, dapat menolong orang tua dan dirinya dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, menjadikan akrap dengan lingkungannya sebagai sumber pelajaran.

Selain melakukan kegiatan penulisan buku di atas, UPT. TIKP Provinsi Kalimantan Barat dalam tahun 2018 juga melaksanakan kegiatan bedah buku dari hasil penulisan buku oleh putra daerah Kalimantan Barat berupa buku yang berkaitan dengan budaya seni tari berupa berjudul “Tari Jepin Kalimantan Barat” dan “Masa Pemerintahan Kerajaan di Kalimantan Barat”. Pelaksanaan kegiatan bedah buku ini dimaksud agar penulisan buku yang telah dilakukan oleh UPT. TIKP menjadi buku yang layak cetak dan layak edar di Provinsi Kalimantan Barat pada umumnya dan menjadi buku suplemen di sekolah pada khususnya. Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81a tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum, dijelaskan salah satu kreteria muatan lokal adalah berisi ciri khas daerah yang mengacu kepada sosial budaya suatu daerah. Sejarah lokal Kalimantan Barat merupakan bagian dari sosial budaya yang menunjukkan ciri khas daerah Kalimantan Barat. Berkaitan dengan hal tersebut, materi lokal tentang masa pemerintahan kerajaan di Kalimantan Barat yang diuntukan pada SMA/MA dan SMK agar para siswa memahami tentang tokoh-tokoh pejuang yang berada di Kalimantan Barat. Begitu juga dengan kesenian lokal Tari Jepin Kalimantan Barat yang merupakan warisan budaya daerah Kalimantan Barat yang juga harus dipahami oleh generasi sekarang. (Edy Suwarno)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Write a comment

Ada 1 Komentar untuk Berita Ini

View all comments

Write a comment